Author Archives: filza

Gejala Yang Dialami Penderita Demam Tifoid

Demam Tifoid salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Jenis bakteri ini dapat ditemukan di dalam air atau di makanan yang telah tercampur atau tertularkan dari penderita melalui urine. Gejala awalnya seperti demam, sakit kepala, terasa lemah atau cepat lelah, nyeri pada otot, mudah berkeringat, batuk kering, nafsu makan berkurang, sakit perut, mengalami diare, mengalami ruam, perut bengkak. Penyakit ini jika dibiarkan saja maka dapat menyebabkan penderita mengalami kondisi yang sangat lemah. Segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Penyebab Utama Terkena Demam Tifoid

Tifoid memiliki nama lain tipes bisa disebabkan oleh beberapa hal. Yang menjadi utamanya adalah karena bakteri. Hal ini harus diwaspadai oleh siapa saja. Lalu apa saja yang menjadi penyebab tipes lainnya?

·         Pernah Terinfeksi

Bagi orang yang telah sembuh dari penyakit ini masih dapat menyimpan bakteri ini di dalam saluran usus dan empedu. Dan bakteri ini dapat tersimpan bertahun-tahun. Bagi orang yang telah terinfeksi bisa sangat mudah untuk menularkan ke orang lain.

·         Melalui Urine Dan Feses

Bakteri yang menyebabkan penyakit demam Tifoid adalah salmonella typhi atau salmonella paratyphi. Tetapi ternyata penyakit tipes tidak hanya melalui bakteri secara langsung tetapi juga bisa disebabkan penderita atau seseorang yang terkena tipes lalu menularkan ke orang lain. Penyebaran ini lewat makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh bakteri ini. Negara-negara yang sedang berkembang maka memiliki resiko besar terkena penyakit ini, hal ini karena buruknya sanitasi di Negara berkembang yang sangat memungkinkan menyebarnya penyakit ini.

Sanitasi ini buruk sehingga akan mengganggu kesehatan dan kebersihan air minum yang dikonsumsi. Maka dari itu kita harus berhati-hati agar terhindar dari penyakit ini dengan cara menjaga kebersihan dari tempat tinggal kita dan makanan serta minuman yang dikonsumsi. Juga jangan biasakan menggunakan barang-barang secara bergantian dengan orang lain untuk menghindari terkena berbagai penyakit termasuk tipes ini.

Siapa Saja Yang Beresiko Terkena Tipes?

Penyakit demam Tifoid ini marak terjadi di Negara berkembang seperti Indonesia. Banyak sekali angka kematian yang terjadi karena urine penyakit ini. Jadi kita tidak boleh meremehkan penyakit ini. Anak- anak menjadi kalangan yang paling rentan menjadi penderita tipes. Ada beberapa golongan yang sangat rentan terkena tipes, apalagi di Indonesia. Golongan yang sangat rentan yaitu golongan orang yang bekerja di daerah yang banyak menderita tipes. Golongan orang yang bekerja di bagian penelitian laboratorium ahli mikrobiologi dan sering melakukan kontak dengan salmonella typhi. Terakhir adalah golongan orang yang tinggal di daerah yang memiliki sanitasi yang sangat buruk seperti kawasan padat penduduk dan kurangnya pasokan air bersih.

Cara Mencegah Demam Tifoid

Segala penyakit dapat kita antisipasi dengan melakukan pencegahan di awal. Penyakit tipes ini juga salah satunya. Agar tidak terinfeksi maka kita harus tahu hal apa yang bisa dilakukan agar dapat terhindar dari penyakit ini. Cara mencegah demam tifoid dapat dilakukan dengan cara yang pertama adalah menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan diri dan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kedua dengan cara meminimalkan kontak dengan pengidap demam Tifoid dengan tidak bergantian pakai barang pribadi. Ketiga dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat

Ingin berkonsultasi dengan dokter tentang tipes? Unduh aplikasi Lifepack. Bisa juga tebus resep obat, tidak antri. Tersedia di Google Play Store juga App Store.

Tips Menerapkan Hidup Sehat Di Keluarga

Di masa sekarang yang memang mudah sekali terserang berbagai macam penyakit, tentu harus benar-benar menjaga pola hidup yang sehat terutama di lingkungan keluarga. Maka dari itu perawatan kesehatan keluarga adalah yang paling penting, supaya kita sendiri bisa sehat serta orang di sekeliling kita bisa merasakannya juga.

Ada banyak cara menerapkan pola hidup sehat di tengah-tengah keluarga. Dengan menerapkan pola hidup sehat, akan menjaga kesehatan tubuh semua anggota keluarga kita. Pada artikel kali ini, kami akan memberikan beberapa tips penting bagaimana menerapkan pola hidup sehat untuk keluarga.

4 Tips Pola Hidup Sehat untuk Keluarga

Berikut ini adalah 4 tips bagaimana hidup sehat di tengah keluarga :

·         Banyak membicarakan seputar pentingnya Gizi dan Kebiasaan Makan makanan Sehat

Apabila kamu adalah orang tua, penting sekali memberikan pemahaman kepada anak tentang gizi dan juga makanan yang sehat untuk tubuh. Dengan cara tersebut, lingkungan keluarga menjadi terbiasa mengkonsumsi makanan sehat penuh nutrisi dan juga memahami kandungan gizi yang ada pada makanan yang di konsumsi.

Karena bisa dibilang masih banyak keluarga yang kurang dalam menerangkan pentingnya gizi serta makanan sehat di lingkungan keluarga. Hal tersebut membuat makanan yang dikonsumsi jadi tidak teratur, kurang sehat, dan mengakibatkan anggota keluarga tidak menjaga kesehatan tubuh dengan baik.

·         Sering Olahraga bersama Keluarga

Agar perawatan kesehatan keluarga menjadi lebih baik, melakukan olahraga bersama keluarga adalah salah satu cara untuk menerapkan pola hidup sehat. Walaupun di tengah-tengah sibuknya beraktivitas, tetap saja olahraga sangat penting supaya menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Masih banyak orang yang kurang memahami pentingnya olahraga bagi kesehatan tubuh.

Faktor utama kenapa banyak orang ataupun sebuah keluarga kurang menerapkan olahraga adalah karena kesibukan yang membuat tubuh menjadi lelah. Kebanyakan orang menggunakan waktu luang hanya untuk istirahat, padahal dengan berolahraga tubuh akan jadi lebih segar dan bisa membuat tubuh sehat dan kebal dari serangan penyakit.

·         Menghilangkan Kebiasaan Tidak Sehat

Tips selanjutnya menerapkan hidup sehat di tengah keluarga adalah dengan mengajak untuk menghilangkan kebiasaan tidak sehat. Banyak sekali kebiasaan tidak sehat yang masih banyak dilakukan, dan itu dilakukan karena tidak sadar.

Beberapa contoh kebiasaan tidak sehat adalah tidur larut malam, mengkonsumsi makanan yang tidak baik seperti cemilan atau makanan instan. Dengan mengurangi kebiasaan tidak sehat ini, akan membuat kualitas hidup jadi lebih baik.

·         Menemukan Cara agar dapat Mengelola Stres

Dan cara perawatan kesehatan keluarga yang terakhir yaitu dengan menemukan bagaimana cara mengelola stres. Salah satu penyebab seseorang tidak menjaga kualitas hidup sehat adalah karena stres. Banyak penyebab kenapa orang mengalami stres, dan penyebab itulah yang harus dihindari.

Penyebab stres adalah antara lain karena kelelahan, terlalu sibuk, dan masih banyak lagi. Cara paling tepat adalah dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan dengan keluarga misalnya yoga atau meditasi, menghabiskan waktu dengan keluarga juga salah satu pilihan yang tepat.

Jangan Sampai Menunda Terapkan Hidup Sehat untuk Keluarga

Itu tadi beberapa tips perawatan kesehatan keluarga serta juga untuk lingkungan di sekitar kamu. Jangan sampai menundanya, karena akan berdampak pada kesehatan baik anak dan juga pasangan kamu.

Bisa Konsultasi gratis dengan banyak dokter umum dan beli obat rutin. Bisa download aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online yang dapat tebus resep obat. Solusi berobat bebas antri.

Jangan Remehkan Penyakit Liposarcoma

Apakah anda pernah mendengar liposarcoma? Penyakit ini adalah salah satu jenis kanker yang cukup jarang terjadi. Meskipun begitu, anda tidak boleh meremehkan jenis kanker yang satu ini. Liposarcoma adalah jenis kanker yang bisa tumbuh pada jaringan lemak dimana saja di seluruh tubuh. Namun liposarcoma sering menyerang jaringan lemak di lengan, tungkai serta perut. Manula berumur 50 tahun ke atas memiliki potensi yang cukup besar untuk menderita jenis kanker ini. Namun bukan tidak mungkin seseorang yang berumur di bawah itu bisa mengidap liposarcoma.

Gejala Liposarcoma

Pada tahapan awal, penderita liposarcoma tidak akan merasakan gejala yang berarti. Namun saat sudah pada tahap lanjutan maka akan ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan, gejala ini juga sangat bergantung dimana liposarcoma ini tumbuh. Berikut beberapa gejala yang biasanya dirasakan ;

●      Benjolan Di Bawah Kulit

Jika liposarcoma tumbuh pada lengan dan tungkai maka biasanya akan muncul benjolan di bawah kulit penderitanya. Tentu saja benjolan tersebut merupakan tanda bahwa bagian tersebut terdapat sel kanker yang tumbuh. Benjolan bisa muncul ketika sel kanker sudah tumbuh dalam tahapan lanjut. Biasanya benjolan ini terlihat saat liposarcoma menyerang lengan atau tungkai.

●      Nyeri

Benjolan yang muncul ada lengan atau tungkai penderita liposarcoma bisa membuat penderitanya merasakan nyeri disertai pembengkakan. Hal ini hampir pasti dirasakan oleh orang-orang yang sudah mengalami benjolan di bawah kulitnya akibat liposarcoma.

●      Fungsi Tubuh Menurun

Lengan atau tungkai yang terkena liposarcoma akan mengalami penurunan fungsi karena penyakit ini bisa membuat otot terasa nyeri. Hal ini tentu saja menyebabkan fungsi bagian tubuh yang terkena liposarcoma mengalami penurunan kualitas fungsi.

●      Kram Perut

Liposarcoma adalah kanker yang bisa menyerang perut, jika menyerang jaringan lemak perut maka kondisi ini membuat penderitanya akan mengalami kram perut. Kram perut akibat kanker ini biasanya sering diabaikan sehingga sulit untuk dideteksi secara dini.

●      Bengkak

Perut bisa membengkak ketika mengalami liposarcoma. Pembengkakan ini terjadi karena tumbuh kanker pada jaringan lemak perut. Tentunya bengkak ini akan sangat menyakitkan dan liposarcoma adalah kanker yang bisa sangat serius jika terjadi di lemak bagian perut. Selain di perut, bengkak juga bisa timbul ketika liposarcoma tumbuh pada bagian lengan atau tungkai.

●      Sembelit

Liposarcoma bisa membuat penderitanya mengalami masalah pencernaan, biasanya penderita liposarcoma akan mengalami sembelit. Gejala ini cukup sering terjadi pada orang-orang yang menderita liposarcoma.

●      Cepat Kenyang

Saat liposarcoma tumbuh, perut akan terasa lebih cepat kenyang. Hal ini disebabkan karena volume perut berkurang disebabkan karena liposarcoma tersebut.

●      Feses Berdarah

Liposarcoma bisa membuat feses penderitanya mengandung darah. Hal ini disebabkan karena adanya luka pada perut penderita liposarcoma.

●      Muntah Darah

Tidak sedikit penderita liposarcoma mengalami gejala muntah darah. Darah ini dihasilkan ketika perut terluka karena adanya jaringan kanker pada perut.

Apakah Liposarcoma Berbahaya?

Penyakit ini adalah penyakit kanker yang harus ditangani dengan serius karena sifatnya yang sangat ganas. Kanker ini bisa menyebar ke seluruh organ tubuh penderitanya. Deteksi dini diperlukan agar liposarcoma tidak menjalar ke organ tubuh lain.

Sebab Liposarcoma

Setiap penyakit tentu saja ada sebabnya, begitu juga liposarcoma. Liposarcoma adalah penyakit yang disebabkan karena adanya mutasi atau perubahan genetik pada jaringan lemak yang ditumbuhi oleh sel kanker ini.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai liposarcoma? Unduh aplikasi Lifepack. Anda juga bisa tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Pengertian Dari Penyakit ITP

Idiopathic Thrombocytopenic Purpura atau ITP adalah penyakit yang ditandai dengan kondisi menurunnya jumlah trombosit darah atau trombositopenia di dalam tubuh, sehingga memicu kecenderungan mengalami pendarahan. Jenis pendarahan yang terjadi bisa berupa purpura, dimana terjadi perubahan warna di kulit ataupun selaput lendir yang disebabkan terjadinya pendarahan pada pembuluh darah kecil atau memar. Selain itu bisa juga berupa ptechiae, dimana bermunculan bintik-bintik merah karena adanya pendarahan dalam kulit.

Terjadinya pendarahan karena adanya serangan terhadap trombosit oleh sistem imun tubuh, sehingga jumlah trombosit menjadi berkurang (menurun). Kondisi ini dapat dialami oleh siapapun, baik anak-anak ataupun orang dewasa. Anak dengan usia 2-5 tahun cukup rentan mengalami penyakit ITP, dimana umumnya terjadi setelah infeksi virus.

Penyebab Terjadinya Penyakit ITP

Penyebab terjadinya penyakit ITP atau Idiopathic Thrombocytopenic Purpura adalah adanya penghancuran trombosit oleh sel kekebalan tubuh atau imun. Terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang penyebab penyakit ITP. ITP adalah penyakit mengenai aktivitas sel kekebalan yang menyerang trombosit di dalam tubuh, antara lain:

·         Sel imun tubuh yang “bingung” dalam membedakan antara patogen seperti bakteri atau virus dan sel tubuh sendiri. Penyakit ITP kerap muncul setelah seseorang mengalami infeksi.

·         Tubuh mengalami stress oksidatif dikarenakan radikal bebas, yang menyebabkan adanya perubahan DNA sel kekebalan tubuh, serta berikutnya menyerang sel tubuh pasien sendiri.

·         Terjadinya kerusakan sel imun tubuh

·       Adanya perubahan sistem imun tubuh sebagai akibat gangguan sistem kekebalan tubuh pada saluran pencernaan. Sebagai contoh dikarenakan adanya perubahan kondisi bakteri pada usus dikarenakan adanya perubahan pola makan, konsumsi obat antibiotik, ataupun serangan patogen.

Diagnosis Terjadinya Penyakit ITP

Ada banyak penyakit lainnya yang ditandai adanya trombositopenia. Dalam diagnosis terjadinya penyakit ITP atau Idiopathic Thrombocytopenic Purpura sangat penting guna menyingkirkan faktor lainnya dari gejala trombositopenia.

ITP adalah penyakit dengan kondisi trombositopenia tanpa ada kelainan yang lainnya, contoh kulit pucat, pembesaran hati dan limpa, serta limfadenopati. Nantinya dokter melakukan anamnesis atau menemukan informasi dari si pasien guna mengetahui beragam gejala yang dialami.

Dalam pemeriksaan fisik bisa ditemukan ptechiae ataupun purpura. Sementara dalam pemeriksaan darah nantinya hanya ditemukan trombositopenia (bentuk dan jumlah sel darah lain yang normal). Bila masih belum memperoleh gambaran cukup jelas, bisa saja nantinya dilakukan biopsi pada sumsum tulang belakang.

Beberapa gejala terjadinya penyakit ITP antara lain seperti ekimosis (memar), pendarahan ptechiae ataupun purpura, pendarahan pada gusi, kemudian tanda pendarahan intrakranial (pendarahan yang diakibatkan adanya peningkatan tak normal di otak) seperti sakit kepala, penurunan kesadaran, gangguan penglihatan, dan lain-lain.

Pengobatan Pada Penyakit ITP

Tanpa perlu pengobatan khusus, cukup banyak pasien ITP yang kadar trombositnya nantinya kembali normal. Saat itu aktivitas seperti biasa pun bisa dilakukan kembali, secara umum dengan jangka waktu 4-6 minggu.

Beberapa alternatif pengobatan yang bisa dilakukan pada penderita penyakit ITP antara lain pemberian immunoglobin, kortikosteroid, atau beberapa jenis kemoterapi. Selain itu dengan transfusi trombosit, metode bedah limpa atau splenektomi yang dapat dipertimbangkan bila kadar trombosit tak mencapai tingkat aman dengan terapi obat selama enam bulan.

Kemudian dengan metode trombopoetin reseptor agonist yang digunakan pada pasien dewasa tanpa respon terhadap pengobatan secara konvensional ataupun pembedahan. ITP adalah penyakit yang dapat terjadi begitu saja dan sulit untuk bisa dicegah dengan cara-cara khusus.

Gratis konsultasi dengan dokter dan membeli obat rutin. Unduh aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online untuk menebus resep obat. Solusi berobat tanpa antri.